LANGIT7.ID - , Jakarta - Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian. Istilah
kanker diperuntukkan guna mengelompokkan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkontrol.
Pertumbuhan sel tersebut awalnya terjadi di bagian tubuh tertentu, kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan mampu menembus serta menghancurkan jaringan tubuh normal.
Baca juga: Deteksi Dini Kanker Rongga Mulut dengan Waspadai 3 Gejala IniSubdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah dr. Aldrin Neilwan mengatakan ada dua bagian besar yang menjadi faktor risiko terjadinya kanker, yakni genetik (tidak dapat dimodifikasi) dan sporadik (dapat dimodifikasi).
"Genetik itu jauh lebih kecil, tidak bisa diubah. Kurang lebih 5 hingga 10 persen. Sedangkan yang sifatnya sporadik mencapai 90 hingga 95 persen. Sebab sporadik ada karena faktor perilaku," ujar dr. Aldrin dalam acara bertajuk "Sadari Sadanis dan Sistim Rujukan Untuk Kanker Payudara Stadium Dini," Rabu (25/5/2022).
Lantas, faktor perilaku seperti apa yang sangat berperan dalam risiko kanker?
Menurut dr Aldrin, paparan zat karsionogenik atau kimia yang didapat dari logam berat dan pestisida, jadi salah satu faktor penentu risiko. Lainnya adalah bahan tambahan pangan seperti borax dan formalin, juga pewarna, pemanis, perasa, dan pengawet (4P).
Perilaku lain yang juga memicu risiko kanker adalah
stres dan hubungan
seksual multi pasangan. Dokter Spesialis
Akupunktur tersebut juga menyebut merokok, pola makan tidak sehat serta kurangnya aktivitas fisik juga termasuk penyebab terjadinya kanker.
Baca juga: Berbagi Tips Penyintas Kanker Payudara untuk Deteksi Dini"Diet yang salah dan kebiasaan merokok itu juga memiliki potensi besar sebagai resiko terjadinya kanker. Maka itu, hal tersebut penting untuk diperhatikan. Sehingga risiko terpapar kanker bisa dihindari," ucapnya.
"Bahkan dikatakan bahwa jika kita melakukan perilaku hidup sehat, serta melakukan deteksi dini secara berkala. Kematian akibat kanker sesungguhnya dapat dihindari," pungkasnya.
(est)